Senin, 31 Januari 2011

Sulit Berharap Ada Reformasi di PSSI

Monday, 31 January 2011 09:30
Beritabola.com Jakarta - Meski gelombang desakan agar ada pembaruan di jajaran pengurus PSSI semakin besar, tetapi hal tersebut sulit diwujudkan. Pasalnya, aturan yang ada menghalangi hal itu.

Untuk menjadi Ketua Umum PSSI, yang secara ex-officio juga menjabat Ketua Komite Eksekutif (Exco) PSSI, seseorang harus berpengalaman menjadi pengurus PSSI selama lima tahun.

Itu adalah interpretasi Sekjen PSSI Nugraha Besoes perihal aturan di Bab V Pasal 35 poin (4) statuta PSSI yang berbunyi, "Anggota Komite Eksekutif harus berusia lebih dari 30 (tiga puluh) tahun. Mereka harus telah aktif di sepak bola sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun dan harus tidak sedang dinyatakan bersalah atas suatu tindakan kriminal pada saat Kongres dan berdomisili di wilayah Indonesia."

"Aktif dalam kegiatan sepakbola sebagai pengurus selama 5 tahun. Di jajaran PSSI," ujar Nugraha menjawab pertanyaan detikSport melalui saluran telepon, Senin (31/1/2011).

Nugraha tidak mensyaratkan bahwa calon anggota exco harus berasal dari pengurus pusat PSSI, tetapi juga terbuka buat pengurus PSSI di daerah.

"Tidak cuma menjadi pengurus pusat saja. Di pengda atau pengprov juga bisa," kata sosok yang biasa disapa dengan panggilan Kang Nug itu.

Dengan interpretasi seperti itu, harapan agar terjadi suksesi Ketua Umum PSSI agak sulit terwujud. Pasalnya, sudah jadi rahasia umum kalau para pengurus PSSI kompak ingin mempertahankan Nurdin Halid sebagai ketua.

Pengurus PSSI juga menolak anggapan bahwa dipilihnya Pulau Bintan sebagai tempat penyelenggaraan Kongres PSSI pada 19 Maret 2011 mendatang adalah upaya untuk menutup diri dari pantauan pihak luar dan mempermudah isolasi peserta kongres.

"Saya kira wajar, kan masih di wilayah Republik Indonesia. Kita di mana-mana bole, kenapa diributkan? Yang tidak boleh itu kan kalau menyeberang sedikit sampai Singapura," ungkap Nugraha.

"Itu bukan tempat punya Pak Nirwan. Kalau tidak salah punyanya Salim Group dan orang Singapura," tuntas Nugraha menangkis kabar bahwa tempat penyelenggaraan itu adalah milik Wakil Ketua Umum PSSI Nirwan Darmawan Bakrie.
(dtc/arp)
 

0 komentar:

Posting Komentar