Senin, 31 Januari 2011

Park Mundur untuk Beri Kesempatan kepada Pemain Muda

Seoul (ANTARA/AFP) - Pemain tengah Manchester United Park Ji-Sung, Senin mengatakan bahwa dirinya mundur dari timnas Korsel untuk memberi kesempatan kepada para pemain muda yang berpotensi.
Park yang telah 100 kali ikut memperkuat timnas Korsel dan selalu masuk tim untuk Piala Dunia, secara resmi memastikan mundur setelah pelatih nasional Cho Kwang-Rae mengumumkan pada Jumat.
Namun pemain berusia 29 tahun itu belum punya rencana untuk mundur dari sepakbola profesional dan masih berfikir untuk bermain sepakbola paling tidak tiga hingga empat tahun lagi.
"Saya mengumumkan mundur untuk membuka lebar pintu bagi para pemain muda karena pemain junior harus tumbuh untuk menggantikan saya," katanya.
"Seperti yang kami lihat selama pertandingan Piala Asia, ada beberapa pemain muda Korsel yang sangat potensial dan berbakat seperti Koo Ja-Cheol, Ji Dong-Won dan Son Heung-Min," tambahnya.
"Seperti saat saya mendapat kesempatan untuk berkembang dalam Piala Dunia 2002, saya pikir ini penting memberi kesempatan kepada para pemain junior menjadi generasi penerus," katanya.
Park mengalami sakit di lutut kanannya setelah dua kali menjalani operasi serius dan mengatakan itu menjadi salah satu faktor atas keputusannya untuk mundur.
Dia menyatakan punya masalah dengan jauhnya jarak dari Inggris ke Korsel dalam melakukan perjalanan, namun mengatakan tidak pernah berfikir untuk menolak bermain untuk negaranya.
"Saya pikir tanpa masalah kesehatan saya bisa terus berkarir internasional, tapi saya harus menerima situasi ini dan tidak menyesal," tambahnya.
Dia mengatakan tidak berencana kembali ke sepakbola internasional untuk ikut Piala Dunia di Brazil mendatang.
"Jika tim Korsel akan menuju Piala Dunia 2014, maka para pemain muda itu yang akan ikut, karena mereka punya kesempatan untuk bermain," katanya.
"Kepergian saya akan banyak membantu para pemain muda untuk menunjukkan bakat mereka dan kemampuan mereka selama Piala Asia merupakan persiapan untuk Piala Dunia mendatang," tambahnya.

Tinggalkan Timnas, Park Masih Mau Main 3-4 Tahun Lagi

Beritabola.com Seoul - Setelah pensiun dari timnas Korea Selatan, Park Ji Sung akan fokus membela klubnya. Gelandang Manchester United ini masih ingin bermain tiga atau empat tahun lagi sebelum gantung sepatu.

Koleksi caps Park bersama timnas akhirnya berhenti di angka 100. Pemain 29 tahun itu telah memutuskan pensiun usai gelaran Piala Asia lalu, dimana Korsel menduduki tempat ketiga.

"Merupakan suatu kehormatan bisa mengenakan seragam tim nasional yang saya impikan sejak masih remaja," kata Park dalam konferensi pers di Seoul, seperti dikutip Reuters. 

"Saya rasa ini adalah keputusan yang terbaik untuk diri saya sendiri dan untuk tim nasional," imbuh eks pemain PSV Eindhoven ini.

Dengan pensiun dari timnas, konsentrasi Park pun kini hanya di level klub. Dia mengaku masih ingin merumput setidaknya hingga tiga atau empat tahun ke depan.

"Saya pikir saya akan bermain setidaknya tiga atau empat tahun lagi," ujarnya.

Di Manchester United, karir Park memang cukup gemilang. Dia jadi salah satu senjata rahasia Sir Alex Ferguson dalam sejumlah laga krusial. 

Park juga jadi pemain Asia pertama yang tampil di final Liga Champions, tepatnya saat The Red Devils dikalahkan Barcelona di tahun 2009.
(dtc/mrp)
 

Berharap 'Fair Play' di Kongres PSSI

Beritabola.com Jakarta - Tanggal 19 Maret 2011 menjadi waktu digelarnya kongres pemilihan ketua umum PSSI periode berikutnya. Pertanyaan kini mencuat, akankah ada fair play dalam proses tersebut?

Sejumlah kontroversi hadir dalam Kongres PSSI di Bali, 21-23 Januari lalu. Apapun, kongres itu sudah melahirkan keputusan perihal waktu dan tempat pemilihan Komite Eksekutif (EXCO) PSSI, termasuk posisi ketua umum yang kini ditempati Nurdin Halid. Nama bakal calon (balon) harus diajukan oleh para anggota pemegang hak suara, seperti dari klub atau pengda, dengan para balon tidak boleh mendaftarkan langsung namanya.

Selain itu juga telah diputuskan adanya tim verifikasi calon ketua umum yang diisi oleh Muhammad Zein, Bernhard Limbong, Hinca Panjaitan, Gusti Randa, Arthia Dahlan, Trimedya Panjaitan, Sarifudin Suding.

Menilik susunan tim tersebut, muncul kerisauan akan adanya "permainan" untuk mengamankan posisi Nurdin Halid dan "orang-orang lama" mengingat nama-nama yang ada banyak yang berasal dari unsur PSSI.

"Tim verifikasi harusnya memang dari luar, bukan dari dalam, harusnya semua netral. Begitu kalau mau fair play, kalau orang dalam bisa mencari kesalahan," nilai Mantan Ketua Bidang Organisasi PSSI Tondo Widodo dalam perbincangan dengan detikSport.

Nama-nama balon ketua umum PSSI itu sendiri sudah harus diserahkan kepada Sekjen PSSI selambatnya pada 5 Februari 2011, alias akhir pekan ini. Mepetnya waktu pendaftaran tersebut tidak lepas dari dipercepatnya waktu kongres menjadi 19 Maret mendatang. 

Sesuai statuta, pendaftaran tersebut memang harus dilakukan paling lambat enam minggu sebelum jalannya kongres. Tapi yang jadi pertanyaan adalah, kenapa waktu jalannya kongres dipercepat?

"Kalau dipercepat, bisa jadi ini salah satu usaha menghalangi kandidat lain. Waktu sempit, tidak fair. Buat apa bawa-bawa bendera fair play, mereka (PSSI) sendiri tidak fair, majuin waktu dan lainnya. Buat apa bawa-bawa bendera fair play kalau pimpinannya sendiri tidak fair," gugat Tondo.

Persyaratan lain mengenai balon ketum PSSI juga menyatakan, anggota komite eksekutif --termasuk posisi ketum-- harus telah aktif di sepakbola sekurang-kurangnya 5 tahun, sebagaimana dijelaskan dalam statuta PSSI.

Dari kalimat tersebut, tertangkap kesan kalau orang yang berada di luar kepengurusan PSSI pun sah-sah saja maju. Rentang waktu 5 tahun pun tidak ditegaskan mesti berturut-turut.

"Tidak boleh dilebih-lebihkan, dikurangi, (menjadi orang yang berada) di lingkungan PSSI saja. (Kalau begitu) Kotor sekali, buat apa ada kongres? Lima tahun titik, telah aktif, tidak berturut-turut."

"Kalau 5 tahun berturut-turut dan di lingkungan PSSI, ya itu hanya NH (Nurdin Halid) dan konco-konconya," cetus Tondo di ujung sambungan telepon.

Jika aturan tersebut diaplikasikan dengan benar, lanjut Tondo, bahkan Arifin Panigoro sekalipun, yang merupakan bos LPI, berhak maju ke pencalonan ketum PSSI dalam kongres empat tahunan nanti.

"Semua bisa, asalkan tidak dipelintir," lugasnya.

Acara kongres pemilihan ini akan digelar di Nirwana Gardens Bintan Resort, Bintan, pada tanggal 19 Maret 2011 mendatang. Akankah "fair play" hadir nanti? Mari kita tunggu.

Sekjen PSSI: Sudah Gila Kalau PSSI 'Jual Pertandingan'

Beritabola.com Jakarta - Beberapa waktu terakhir ini, beredar kabar kalau hasil pertandingan final Piala AFF antara Malaysia vs Indonesia sudah diatur. Sekjen PSSI Nugraha Besoes menganggap tuduhan itu kejam.

Seperti yang sudah banyak diketahui, ada sebuah surat elektronik dari seseorang yang mengaku pegawai Ditjen Pajak Kementrian Keuangan yang isinya menyebut kalau Indonesia memang diatur untuk kalah dari Malaysia di final pertama.

Di dalam surat yang ditujukan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan ditembuskan ke sejumlah media, pengurus PSSI dilaporkan mendapat uang miliaran Rupiah yang akan menjadi modal untuk melanggengkan kekuasaan Nurdin Halid di PSSI.

"Saya sendiri belum baca surat itu. Begini saja, itu katanya kan pegawai Ditjen Pajak ya. Coba itu dicek dulu benar atau tidak dia pegawai Ditjen Pajak," jawab Nugraha saat dihubungi detikSport, Senin (31/1/2011).

"Sudah gila kalau melakukan hal seperti itu. Bagaimana kehormatan bangsa dan harga diri bangsa diperlakukan seperti itu. Saya khawatir ada orang yang tidak senang dengan kerja PSSI sekarang dan akan dijadikan black campaign. Tidak mungkin lah," imbuh dia.

Nugraha menambahkan kalau kabar terjadinya suap-menyuap itu juga telah mencederai reputasi tim nasional Indonesia.

"Kalau benar, bagaimana nanti reputasi (Alfred) Riedl (pelatih timnas--red), bagaimana reputasi para pemain," cetus pria yang sering disapa Kang Nug ini.

"Itu isu yang sangat kejam. Suatu fitnah yang sudah keterlaluan. Saya ingin bantuan Anda-anda rekan media, buktikan apakah dia (penulis surat) itu ada atau tidak. Silakan dicek," demikian Nugraha.
(dtc/arp)

Sulit Berharap Ada Reformasi di PSSI

Monday, 31 January 2011 09:30
Beritabola.com Jakarta - Meski gelombang desakan agar ada pembaruan di jajaran pengurus PSSI semakin besar, tetapi hal tersebut sulit diwujudkan. Pasalnya, aturan yang ada menghalangi hal itu.

Untuk menjadi Ketua Umum PSSI, yang secara ex-officio juga menjabat Ketua Komite Eksekutif (Exco) PSSI, seseorang harus berpengalaman menjadi pengurus PSSI selama lima tahun.

Itu adalah interpretasi Sekjen PSSI Nugraha Besoes perihal aturan di Bab V Pasal 35 poin (4) statuta PSSI yang berbunyi, "Anggota Komite Eksekutif harus berusia lebih dari 30 (tiga puluh) tahun. Mereka harus telah aktif di sepak bola sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun dan harus tidak sedang dinyatakan bersalah atas suatu tindakan kriminal pada saat Kongres dan berdomisili di wilayah Indonesia."

"Aktif dalam kegiatan sepakbola sebagai pengurus selama 5 tahun. Di jajaran PSSI," ujar Nugraha menjawab pertanyaan detikSport melalui saluran telepon, Senin (31/1/2011).

Nugraha tidak mensyaratkan bahwa calon anggota exco harus berasal dari pengurus pusat PSSI, tetapi juga terbuka buat pengurus PSSI di daerah.

"Tidak cuma menjadi pengurus pusat saja. Di pengda atau pengprov juga bisa," kata sosok yang biasa disapa dengan panggilan Kang Nug itu.

Dengan interpretasi seperti itu, harapan agar terjadi suksesi Ketua Umum PSSI agak sulit terwujud. Pasalnya, sudah jadi rahasia umum kalau para pengurus PSSI kompak ingin mempertahankan Nurdin Halid sebagai ketua.

Pengurus PSSI juga menolak anggapan bahwa dipilihnya Pulau Bintan sebagai tempat penyelenggaraan Kongres PSSI pada 19 Maret 2011 mendatang adalah upaya untuk menutup diri dari pantauan pihak luar dan mempermudah isolasi peserta kongres.

"Saya kira wajar, kan masih di wilayah Republik Indonesia. Kita di mana-mana bole, kenapa diributkan? Yang tidak boleh itu kan kalau menyeberang sedikit sampai Singapura," ungkap Nugraha.

"Itu bukan tempat punya Pak Nirwan. Kalau tidak salah punyanya Salim Group dan orang Singapura," tuntas Nugraha menangkis kabar bahwa tempat penyelenggaraan itu adalah milik Wakil Ketua Umum PSSI Nirwan Darmawan Bakrie.
(dtc/arp)
 

Jumat, 28 Januari 2011

Pukul Wasit, Simon Kujiro Dipanggil Komdis LPI

Friday, 28 January 2011 16:59
Beritabola.com Jakarta - Aksi pemukulan terhadap wasit yang dilakukan Simon Kujiro dapat reaksi keras dari Komisi Disiplin Liga Primer Indonesia. Sang pemain akan dimintai keterangan oleh Komdis pada Rabu (2/2/2011) mendatang.

Aksi pemukulan terhadap wasit dilakukan Simon Kujiro saat Semarang United bertandang ke Bogor Raya, Minggu (23/1/2011) lalu. Dalam laga yang berakhir dengan keunggulan 2-1 untuk tuan rumah tersebut, Simon Kujiro melakukan pemukulan terhadap wasit Rudiyanto.

"Simon sudah melakukan pelanggaran berat karena dia melakukan pemukulan terhadap wasit yang dianggap oleh Simon memberikan keputusan yang tidak fair. Bagaimanapun tindakan Simon itu tak dapat dibenarkan. Di atas lapangan, wasit itu seorang hakim yang keputusannya harus dijunjung tinggi oleh seluruh pemain dan ofisial tim,” papar Ketua Komisi Disiplin LPI, M. Sholeh, pada acara perkenalan tim Komisi Disiplin LPI kepada para wartawan di kantor LPI.

Kejadian di Bogor tersebut menjadi 'noda' pertama di LPI. Insiden tersebut sekaligus dianggap sebagai momen apakah LPI mampu membuktikan komitmennya dalam menciptakan kompetisi sepakbola profesional terkait sanksi yang bakal dijatuhkan pada pelaku pemukulan.

Komdis LPI rencananya akan memanggil Simon pada Rabu (2/2/2011) mendatang untuk dimintai keterangannya. Selain itu telah diundang juga untuk menghadap ofisial Semarang United dan wasit Rudiansyah.

"Sebelum menjatuhkan keputusan kita akan mendengar kesaksian langsung dari Simon dan wasit. Setelah itu, secepatnya Komdis akan mengambil keputusan kepada Simon. Hukuman yang akan dijatuhkan Komisi Disiplin dipastikan akan setimpal dengan pelanggaran berat yang dilakukan oleh Simon dan hukuman ini pun punya efek jera kepada para pemain lain," lanjut Sholeh dalam rilis yang diterima detiksport.

Komisi Disiplin LPI baru terbentuk pada 7 Januari lalu dan akan bekerja berdasarkan Surat Rekomendasi Sidang Komisi Disiplin LPI tertanggal 25 Januari 2011 dari Bidang Kompetisi Liga LPI.

Komdis LPI terdiri dari lima orang yang berasal dari pengacara, mantan pemain, mantan wasit dan wartawan senior olahraga. Jabatan ketua Komdis dipegang oleh M. Sholeh (pengacara), dengan wakilnya Henky Bambang Widodo (pengacara) dan tiga anggota yaitu Edi Prayitno (mantan pemain klub Galatama, Tidar Sakti, dan pelatih kepala Diklat Salatiga), Rafli A. Razak (mantan wasit FIFA/mantan Ketua Komisi Wasit PSSI), dan Sumohadi Marsis (wartawan olahraga senior).
(dtc/din)
 

Torres Minta Ditransfer

Saturday, 29 January 2011 01:51
Getty ImagesBeritabola.com Liverpool - Kabar rencana kepergian Fernando Torres dari Liverpool bisa jadi bukan sekadar isu. Kubu The Reds mengakui kalau El Nino sudah mengajukan permohonan resmi untuk dijual, meski permintaan itu ditolak.

Soal kemungkinan Torres pergi dari Anfield sudah terdengar santer bahkan saat Rafael Benitez masih menjadi pelatih di Anfield. Sebabnya adalah kurang kompetitifnya Liverpool baik di Liga Inggris maupun di kompetisi Eropa.

Faktanya, sejak Torres datang tahun 2007 lalu Liverpool belum mendapatkan trofi apapun. Klub Inggris tersukses di Eropa tersebut bahkan terperosok makin dalam musim ini dengan sempat berada di zona degradasi.

Kondisi tersebut sepertinya tak bisa diterima Torres. Setelah Liverpool kemarin mengonfirmasi penawaran resmi yang sempat dilakukan Chelsea pada striker andalannya itu, kali ini manajemen The Reds mengabarkan soal permintaan Torres untuk ditransfer.

"Fernando Torres malam ini mengajukan permintaan untuk ditransfer secara tertulis, yang ditolak oleh Liverpool. Fernando berada di bawah kontrak jangka panjang dan pihak klub berharap dia menghormati komitmen yang dia buat dengan Liverpool dan suporternya saat menandatangani kontrak," demikian pernyataan resmi The Reds seperti dikutip dari Skysports.

Sejak bergabung dengan The Kop dari Atletico Madrid di tahun 2007 lalu, Torres sudah membuat 65 gol dari 102 penampilan di Liga Inggris. Selain kesulitan menemukan performa terbaik, Torres juga kerap dihadang cedera.

Meski penawaran yang diajukan sudah ditolak, Chelsea tetap dianggap sebagai klub yang berada di pole position untuk mendapatkan pesepakbola internasional Spanyol itu. 
(dtc/din)